Mimpi Ranieri Telah Terhenti di leicester city

http://clone-success.com/wp-content/uploads/2017/02/94826300_claudio_ranieri_reuters.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Claudio Ranieri mengeluarkan pernyataan pertama setelah dipecat dari kursi manajer Leicester City. Pelatih berusia 65 tahun itu mengatakan pemecatan tersebut telah merenggut mimpinya.

The Foxes – julukan Leicester – resmi memecat Claudio Ranieri Hal itu dilakukan lantaran keterpurukan yang dialami Leicester hanya sembilan bulan setelah mengangkat trofi Premier League 2015-2016.

Di bawah polesan Ranieri musim ini, Leicester tertanam di peringkat ke-17 atau cuma segaris di atas zona degradasi. Rasio kemenangan Leicester cuma 20 persen, bandingkan dengan 60 persen yang diraih pada musim lalu.

“Kemarin, mimpi saya mati. Setelah euforia musim lalu dan mendapatkan mahkota juara, semua yang saya impikan adalah bertahan dengan Leicester. Menyedihkan hal ini tak terjadi,” kata Ranieri, dikutip dari berita bola online.

“Petualangan musim lalu menakjubkan dan akan tetap saya kenang selamanya. Saya sangat berterima kasih kepada semua orang di klub, semua yang menjadi bagian prestasi kami, terutama pada suporter. Kalian mencintai saya, begitu juga saya,” tuturnya.
BACA JUGA :Mourinho Tidak Akan Kembali ke Real Madrid
Kisah indah setara dongeng yang dirangkai Leicester City saat juara musim lalu melambungkan nama Ranieri hingga menyabet penghargaan The Best FIFA Football Coach atau Pelatih Terbaik Dunia 2016 versi FIFA.

“Sungguh waktu yang penuh keajaiban dan kebahagiaan yang tak akan pernah saya lupakan. Sebuah kesenangan dan kehormatan menjadi juara bersama kalian semua,” ucap mantan pelatih AS Roma itu.

Sejumlah nama telah dikait-kaitkan untuk menjadi pengganti Ranieri di Leicester. Untuk sementara, tugas melatih diserahkan kepada Craig Shakespeare dan Mike Stowell pada persiapan laga melawan Liverpool, akhir pekan ini.