Eks Pemain MU: Juventus Bisa Juara Liga Champions

http://clone-success.com/wp-content/uploads/2018/11/Reading-boss-Jaap-Stam-617939.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Mantan bek Manchester United, Jaap Stam, meyakini bahwa kualitas Juventus pada musim ini belum bisa dipadankan dengan Barcelona. Walau begitu, ia tetap yakin skuat asuhan Massimiliano Allegri tersebut bisa menjuarai Liga Champions.

Juventus menjadi unggulan utama di Liga Champions setelah berhasil mendatangkan Cristiano Ronaldo pada bursa transfer musim panas lalu. Ia diboyong dari Real Madrid dengan bandrol yang cukup besar, yakni 100 juta euro.

Pendapat itu semakin menguat setelah Bianconeri meraih serangkaian hasil positif dalam 14 laga terakhirnya di semua kompetisi. Bahkan, Paulo Dybala dkk masih belum merasakan kekalahan sama sekali pada musim ini.

Serangkaian hasil positif itu tidak membuat Stam menganggap Juventus sebagai satu-satunya klub terkuat di Eropa saat ini. Walau begitu, ia meyakini tim raksasa Italia tersebut masih punya peluang besar untuk menjadi juara Liga Champions.

BACA JUGA : Klopp Jamin Lovren dan Matip Bakal Dapat Kesempatan Main

“Saya pikir Juventus benar-benar bisa memenangkan Liga Champions. Tentu saja, mereka masih belum berada di level Barcelona dari segi permainan, tetapi itu bukan berarti mereka tidak bisa meraihnya,” tutur Stam kepada
berita bola online.

“Pertandingan tidak selalu ditentukan oleh permainan individu, ada aspek penting lainnya di kompetisi ini seperti mentalitas dan kekuatan mental. Juga membutuhkan sedikit keberuntungan dalam laga individual,” lanjutnya.

Saat masih aktif sebagai pemain dulu, Stam sempat dihampiri kesempatan membela Juventus. Namun, ia memilih untuk bergabung dengan tim raksasa lainnya, AC Milan, sehubungan dengan sejarah kental klub bersama pemain asal Belanda.

“Juventus pernah mencoba membeli saya saat masih menjadi pemain Lazio. Saya sangat tersanjung dengan ketertarikan mereka, dan di tahun yang sama Inter dan Milan juga mengincar saya,” kenang Stam.

“Saya memilih ke Rossoneri karena tradisi pemain asal Belanda, dan juga karena mereka adalah tim hebat saat itu,” tandasnya.