Sebagai Sesama Korban Rasisme, Rudiger Paham Perasaan Sterling

http://clone-success.com/wp-content/uploads/2019/02/99299490_sterlingindex_getty.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Tindakan rasisme yang diterima bintang Manchester City, Raheem Sterling, beberapa bulan lalu mendapat perhatian dari bek Chelsea, Antonio Rudiger. Ia mengaku bahwa dirinya juga pernah mendapat perlakuan yang sama saat masih bermain di AS Roma dulu.

Kasus rasis kembali menjadi perbincangan setelah Sterling mendapat ejekan dari fans Chelsea kala kedua tim saling bertemu di Stamford Bridge, September lalu. Pertandingan itu sendiri berakhir dengan kemenangan The Blues 2-0.

Chelsea pun melakukan tindakan tegas tanpa pandang bulu. Melalui potongan video di televisi, klub raksasa Premier League tersebut langsung menciduk empat orang penggemarnya sendiri dan menjatuhkan hukuman larangan hadir di Stamford Bridge.

Hal itu jelas tidak bisa lepas dari pandangan Antonio Rudiger, yang mengaku paham dengan apa yang dirasakan Sterling. Sebab dulu, kala masih membela AS Roma, ia pernah mendapatkan perlakuan yang serupa.

“Raheem dan saya memiliki takdir yang sama. Itu adalah skandal yang masih hadir hingga sekarang. Baguslah Chelsea langsung bertindak dengan menghukum beberapa fans,” tutur Rudiger dalam sebuah interview bersama berita bola online.

BACA JUGA :Kluivert: Suksesor Suarez di Barcelona? Saya Pilih Rashford

“Tapi orang-orang seperti itu ada di mana-mana. Dan saya harap klub lainnya menjadikan Chelsea sebagai contohnya. Anda harus memberi mereka hukuman keras. Dan saya memohon kepada semua orang di stadin untuk menentang orang-orang itu,” lanjutnya.

Pada akhir pekan nanti, Chelsea akan kembali berhadapan dengan Manchester City. Di tengah performa apik tim asuhan Josep Guardiola tersebut, The Blues malah sedang terpuruk dengan catatan tiga kali kalah dalam delapan partai terakhir.

Sang pelatih, Maurizio Sarri, langsung menjadi sasaran kritikan publik menyusul buruknya performa Chelsea. Terlebih setelah mereka kalah atas Bournemouth. Namun Rudiger meyakini bahwa para pemain juga harus turut bertanggung jawab.

“Apa yang terjadi saat melawan Bournemouth tak boleh terulang lagi. Masalah terbesar kami adalah kehilangan konsistensi,” tambahnya.

“Kami selalu ingin [menang], tapi terkadang tidak semuanya berjalan dengan baik. Kami sedikit blank belakangan ini, tapi itu bukan alasan untuk membicarakan semuanya. Saya bukan tipe pria seperti itu,” tandasnya.

Untungnya, setelah kekalahan atas Bournemouth, Chelsea memberi reaksi positif pada laga setelahnya. Melawan Huddersfield pada hari Sabtu (2/2) kemarin, The Blues berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor telak 5-0.