Bonucci: Rasisme adalah Skandal, Tak Boleh Dibiarkan!

http://clone-success.com/wp-content/uploads/2019/04/eba8fc145ca59630a2c36dbdd658accb.png

BERITA BOLA ONLINE – Bek Juventus, Leonardo Bonucci, menjawab serangkaian kritik yang tertuju kepadanya pasca laga kontra Cagliari di ajang Serie A pekan lalu. Ia kembali menegaskan bahwa tindakan rasis adalah sebuah skandal yang tak boleh dibiarkan.

Bonucci menjadi sasaran kritik atas komentarnya yang menyinggung selebrasi Moise Kean usai mencetak gol kedua Juventus pada saat itu. Katanya, pemain berumur 19 tahun itu turut bersalah atas ejekan yang terlontar dari para pendukung Cagliari.

Kritikan tersebut kebanyakan datang dari korban rasisme itu sendiri, seperti Kevin-Prince Boateng dan juga Mario Balotelli. Bahkan salah satu mantan pemain Juventus, Lilian Thuram, juga tak bisa menahan komentar negatifnya untuk mantan penggawa AC Milan tersebut.

Pemain berumur 32 tahun itu sejatinya tidak bermaksud untuk membela rasisme, dan telah ia tegaskan berulang kali. Komentar negatif masih belum terbendung. Tapi, ia tidak menyerah untuk menyatakan bahwa dirinya pun tidak setuju dengan tindakan rasis.

BACA JUGA : Kalah dari Everton, Emery Yakin Arsenal Masih Mampu Finis Empat Besar

“Semuanya pantas untuk kesal. Rasisme adalah skandal dan tak boleh dibiarkan ada di tahun 2019 ini. Omongan saya disalahpahami,” tutur Bonucci kepada berita bola online.

“Saya meminta maaf kepada mereka yang salah paham dengan saya, sebab tanggapan saya tidak begitu lengkap. Terlepas dari itu, saya 100 persen menantang rasisme,” lanjutnya.

Setelahnya, Bonucci lalu menyampaikan bahwa dirinya tidak merasa sakit hati dengan komentar-komentar negatif yang bermunculan, termasuk dari Mario Balotelli dan Kevin-Prince Boateng. Ia mengaku sudah memberikan penjelasan kepada mereka yang mengkritiknya.

“Saya selalu mencintai Mario dan akan selalu seperti itu. Pada saat itu Boateng juga benar. Saya menjelaskan keinginan saya telah disalah artikan,” tambahnya.

“Saya ulangi: Mereka semua benar. Saya mencintai semuanya. Begitu juga dengan Thuram. Saya juga telah berbicara dengannya. Saya menjelaskan bahwa saya telah disalahpahami, tapi 100 persen saya menentang rasisme. Itu tak bisa ditoleransi,” sambungnya.

Terakhir, Bonucci menegeaskan kembali maksud dari omongannya yang tertuju kepada Kean. Bukan bermaksud menyebut Kean salah, tapi ia lebih senang jika pemain binaan tim muda Juventus itu lebih baik berselebrasi bersama seluruh tim.

“Saya tidak membenarkan rasisme, hanya saja saya lebih suksa jika Moise berselebrasi bersama kami,” tutupnya.