De Boer Yakin Kepergian De Ligt Tak Dapat Dicegah Lagi

http://clone-success.com/wp-content/uploads/2019/04/38C8D8F800000578-0-image-m-27_1474891230395.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Legenda Ajax Amsterdam Ronald De Boer menyebut kepergian Matthijs De Ligt dari Amsterdam Arena nyaris  mustahil untuk dicegah.

De Ligt masih sangat muda. Usianya baru 19 tahun saja.

Namun ia sudah dipercaya menjadi kapten skuat Ajax. Ia juga sudah dipanggil masuk timnas Belanda dan menjadi partner bagi Virgil Van Dijk.

Maka tak heran apabila talentanya diincar oleh banyak raksasa Eropa. Belakangan ini, ini disebut hampir pasti akan merapat ke Barcelona dan gabung dengan Frenkie De Jong yang juga sudah memastikan akan pindah ke Catalan musim depan.

De Boer mengaku sangat terkesan melihat skuat muda Ajax sekarang ini. Namun sayangnya kualitas mereka justru membuat tim itu bakal hancur pada musim panas nanti.

Ia menyebut nasib Ajax kurang lebih akan seperti AS Monaco beberapa musim sebelumnya. Klub Prancis itu sempat tampil apik di Liga Champions dan di musim berikutnya para pemain pilarnya dipreteli oleh klub lain seperti Kylian Mbappe, Bernardo Silva, hingga Tiemoue Bakayoko.

BACA JUGA : Bonucci: Rasisme adalah Skandal, Tak Boleh Dibiarkan!

“Apa yang hebat tentang tim ini, mereka adalah tim Ajax yang tepat, mereka semua punya nyali,” kata De Boer kepada berita bola online.

“Saya khawatir tim ini akan bubar di musim panas. Tentu saja, ini mirip dengan tim Monaco yang mencapai semi final [Liga Champions] beberapa tahun yang lalu. Itu tidak bisa dihindari,” serunya.

De Boer juga menyebut pemain seperti De Ligt sudah pasti diminati banyak klub. Ia pun menyebut hampir tidak mungkin Ajax bisa mempertahankan sang bek.

“Ketika Anda melihat seseorang seperti De Ligt, ia sudah menarik banyak minat dan kepergiannya tak terbendung. Ia sangat berbakat, ia bisa bermain di tim mana pun, dalam sistem apa pun, ia akan terus memiliki karier yang cemerlang. Ia bukan satu-satunya,” cetusnya.

“Bagi saya, ada tiga atau empat yang bisa dijual karena jumlah uang yang terlibat, membuat Ajax sangat sulit untuk menolak. Menyedihkan ini harus terjadi, tetapi saya kira memang inilah sepakbola,” pungkasnya.