Dengan Menjual Pogba, Satu Masalah Man United Diklaim Tuntas

http://clone-success.com/wp-content/uploads/2019/04/ritain_Soccer_Premier_League2.JPG.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Gelandang Manchester United, Paul Pogba, terus menjadi sasaran kritikan dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan jika klub memilih untuk menjualnya pada bursa transfer musim panas nanti, itu bisa dianggap sebagai salah satu bentuk penyelesaian masalah.

Baru-baru ini, nama pria asal Prancis tersebut dimasukkan dalam PFA Premier Laegue Team of the Year untuk musim 2018-2019. Pada musim ini, Pogba telah membukukan 13 gol dan sembilan assist dari 32 kali penampilan di kompetisi tertinggi Inggris itu.

Namun penghargaan tersebut sedang menjadi perdebatan hebat. Pasalnya, Pogba belakangan ini terus mendapatkan kritikan pedas menyusul performanya yang dianggap ogah-ogahan yang kemudian berpengaruh buruk terhadap hasil Manchester United.

Salah satu yang membuat publik berang terhadap Pogba adalah perkataannya. Pernah beberapa waktu lalu ia secara terang-terangan mengaku sebagai penggemar Real Madrid dan menyatakan ketertarikan untuk bermain dengan klub raksasa Spanyol tersebut.

BACA JUGA : Dikalahkan Wolves, Arsenal Masih Berharap Empat Besar

Belum lama ini, sebuah klaim mengatakan bahwa Pogba telah membuat suasana ruang ganti Manchester United menjadi negatif. Ditambah lagi dengan sang agen, Mino Raiola, yang disebut membatalkan semua agenda perbincangan kontrak dengan manajemen.

Legenda Liverpool, Jamie Carragher, dalam tulisannya di berita bola online, menyarankan Manchester United untuk melepasnya saja jika ada tawaran besar datang. Jika itu terjadi, maka ia yakin masalah yang ada di Manchester United bisa tuntas.

“Bila Real Madrid punya 100 juta pounds dan Zinedine Zidane inginkan dia, United bisa menyelesaikan satu dari sekian masalah sementara proses rekonstruksi mereka berjalan,” tulis Carragher.

Dengan harga pembelian yang mahal, serta kesuksesan bersama Prancis di Piala Dunia 2018 lalu, banyak yang menganggap Pogba kini sebagai salah satu pemain terbaik dunia. Namun Carragher menilai pemain tersebut belum pantas untuk mendapatkan sebutan itu.

“Saya mendengar bahwa Pogba dianggap sebagai pemain kelas dunia. Menjadi pemenang Piala Dunia tidak secara otomatis membuat anda seperti itu. Ada perbedaan antara pemain bertalenta kelas dunia dan pemain berkelas dunia,” lanjut Carragher.

“Dia bermain dengan kemampuan terbaiknya sebagai gelandang kiri di Turin tanpa membenarkan apa yang dibayar United untuk membelinya kembali, dan dia adalah pemain kunci Prancis di Piala Dunia dengan menegakkan kedisiplinan, berperan dalam taktikal ketimbang menjadi pemain yang spektakuler,” tambahnya.

“Bahkan dalam momen yang meyakinkan itu ia tidak menunjukkan apapun ataupun meyakinkan anda bisa membangun tim di sekitarnya. Di Juventus tidak, di Prancis tidak,” lanjutnya lagi.