Setelah Guardiola, Pemain Manchester City Ini Juga Ikut Kritik VAR

http://clone-success.com/wp-content/uploads/2019/08/GettyImages-1166210816.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Seperti halnya sang pelatih, Ilkay Gundogan selaku pemain Manchester City juga ikut mengkritik kehadiran VAR di Premier League. Katanya, VAR telah menghilangkan emosi permainan.

VAR, singkatan dari Video Assistant Referee, baru diperkenalkan di ajang Premier League musim ini. Kompetisi tertinggi di Inggris itu menjadi liga besar Eropa yang terakhir menggunakan teknologi tersebut.

Teknologi VAR diharapkan bisa meminimalisir jumlah kesalahan wasit dalam sebuah pertandingan. Namun baru dua pekan Premier League bergulir, kritikan sudah mengalir deras. Salah satunya datang dari Josep Guardiola usai Manchester City menghadapi Tottenham.

“Itu adalah penalti. Lamela menjatuhkan Rodri, dan itu adalah penalti. Mungkin, pada saat itu, VAR sedang ngopi,” ujar Guardiola seperti yang dikutip dari berita bola online beberapa waktu lalu.

Sepertinya, skuat Manchester City sepakat dengan pendapat sang pelatih. Gundogan memperkuat kritikan terhadap VAR dengan berkata bahwa teknologi pembantu wasit tersebut telah menghilangkan satu elemen penting dalam sepak bola.

BACA JUGA : AC Milan Resmi Putus Kontrak Ivan Strinic

“VAR telah mengubah sepak bola, tidak hanya untuk pemain, namun juga bagi penonton dan semua orang yang mencintai permainan ini,” ujar Gundogan kepada berita bola online.

“Sayangnya, teknologi itu telah mengambil alasan utama mengapa kami semua mencintai sepak bola, dan itu adalah emosi,” lanjut pemain asal Jerman tersebut.

Manchester City tidak sekali merasa dirugikan oleh VAR pada musim ini. Pada pekan ketiga kontra Bournemouth, Guardiola kembali mengkritik karena merasa timnya bisa mendapatkan hadiah penalti usai David Silva dijatuhkan di kotak terlarang.

Jika Guardiola menggunakan nada sarkastik saat mengkritik, tidak demikian dengan Gundogan. Ia memilih langsung menyasar ke topik utama dan menyebutkan bahwa VAR tidak memberikan perubahan apapun dalam pengambilan keputusan.

“Saya bukan penggemar beratnya, meskipun kami tak bisa menampik bahwa itu telah membantu wasit. Tapi masalah besarnya adalah meski saat sebuah insiden direferensikan kepada VAR, tetap penilaiannya masih rancu,” tambahnya.

“Setelah permainan, kami masih mendiskusikan apakah itu sebuah gol, penalti, atau offside. Dan saya tak melihat ini berubah meski dengan VAR,” sambungnya lagi.

“Itulah mengapa saya tidak merasa ini masuk akal, tapi beberapa orang yang menjalankan permainan telah memutuskan bahwa ini membantu bagi wasit dan menjadi sesuatu yang harus kami terima karena kami tak bisa mengubahnya sekarang,” tandasnya.