Barcelona Tuding De Ligt Pilih Juventus Karena Uang

http://clone-success.com/wp-content/uploads/2019/09/1172875_1.jpg

BERITA BOLA ONLINE – CEO Barcelona Oscar Grau menuding Matthijs de Ligt memilih pindah ke Juventus ketimbang ke Camp Nou karena faktor uang.

De Ligt ramai diperebutkan oleh banyak klub top Eropa sejak musim lalu. Hal tersebut tak lepas dari performanya yang menawan, khususnya pada musim 2018-19 kemarin.

Ia membawa Ajax Amsterdam melaju hingga babak semifinal Liga Champions. Di liga domestik, bek berusia 20 tahun itu membawa Ajax jadi juara Eredivisie.

Ia juga tampil apik di level internasional. Ia ikut berperan membantu Timnas Belanda melaju ke final UEFA Nations League 2019, meski pada akhirnya kalah dari Portugal.

De Ligt kemudian menjadi rebutan Juventus dan Barcelona. Blaugrana sendiri disebut berpeluang besar merekrutnya karena mereka sebelumnya berhasil mendapatkan Frenkie De Jong, rekan satu timnya di Ajax dan skuat Oranje.

BACA JUGA : MU Tawar Paulo Dybala di Bulan Januari

Akan tetapi pada akhirnya ia malah pindah ke Juventus. Ia direkrut dengan bandrol mencapai total 85 juta euro.

Di Juve, De Ligt mendapat gaji sekitar delapan juta euro per musimnya. Itu masih ditambah dengan bonus sekitar empat juta euro.

Barca sepertinya sangat kecewa atas kegagalannya mendapatkan De Ligt. Mereka akhirnya melampiaskan hal itu dengan menuding sang bek sebagai sosok pemain yang mata duitan.

Grau menjelaskan bahwa De Ligt memilih pindah ke Italia juga karena masalah pajak. Sebab di Spanyol, pajak yang dikenakan pemerintah lebih tinggi dari di negeri Spaghetti tersebut.

“Kami mengajukan tawaran kepadanya, tetapi ia lebih suka pergi ke Juve, tempat di mana perpajakan Italia memungkinkannya untuk mendapatkan gaji bersih yang lebih tinggi,” ungkap CEO Oscar Grau seperti dilansir berita bola online.

Matthijs de Ligt dikontrak selama lima tahun oleh Juventus. Namun di skuat Bianconeri, ia kesulitan beradaptasi dan harus mendekam di bangku cadangan. Jika bukan karena Giorgio Chiellini yang cedera, ia tak akan mendapat kesempatan bermain di tim utama dengan cepat.