Eks Presiden: Direktur Juventus Sekarang Tak Tahu Apa-apa!

http://clone-success.com/wp-content/uploads/2019/09/images.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Mantan presiden Juventus, Giovanni Cobolli Gigli, melayangkan kritikan keras kepada Fabio Paratici. Ia menilai kinerja direktur Bianconeri itu masih belum menyamai kualitas dari Giuseppe Marotta.

Paratici dan Marotta saling bahu-membahu dalam membangun skuat Juventus. Keduanya bertanggung jawab dalam mendatangkan pemain penting sejak tahun 2010 lalu, di mulai dari Leonardo Bonucci sampai terakhir Cristiano Ronaldo.

Sayangnya, kebersamaan keduanya harus terhenti pada tahun 2018 kemarin. Marotta membuat orang-orang terkejut dengan memilih mundur dari jabatannya sebagai direktur Bianconeri. Posisinya pun diserahkan kepada Paratici.

Paratici menunjukkan bahwa dirinya pantas menggantikan Marotta. Ia berhasil mendatangkan delapan pemain berkualitas sekaligus sukses membujuk Maurizio Sarri untuk menggantikan Massimiliano Allegri di kursi kepelatihan.

BACA JUGA : Awas MU! Daniel James Bisa Jadi The Next Adnan Januzaj

Meskipun demikian, Cobolli Gigli masih belum puas dengan kinerja pria berumur 47 tahun tersebut. Ia melihat Paratici sebagai sosok yang masih hijau, terutama dalam menuntaskan permasalahan di Juventus. Paratici, menurutnya, belum selihai Marotta.

“Marotta tahu apa yang ia lakukan, Paratici tidak,” tutur Cobolli Gigli kepada berita bola online.

“Sebagai seorang pelatih, saya tak bisa menyangkal bahwa ia [Sarri] bagus di Napoli dan Chelsea, namun ada pelatih lain yang bisa menggantikan Allegri, contohnya Guardiola,” lanjutnya.

Selain soal pengganti Allegri, Cobolli Gigli juga menyoroti kasus yang dialami Emre Can. Seperti yang diketahui, gelandang asal Jerman itu baru saja mengekspresikan kekesalannya karena tak disertakan dalam skuat Liga Champions.

“Saya pikir masalahnya dengan Emre Can berasal dari jendela transfer buruk yang berada dalam pengawasan Paratici. Marotta tidak akan luput dari masalah seperti itu. Mandzukic dan Emre Can tak bisa dikeluarkan,” tambahnya.

Sementara itu, karir Marotta di Inter Milan terlihat berjalan dengan mulus. Ia berhasil menyingkirkan Radja Nainggolan dan Mauro Icardi. Keduanya diketahui sebagai pemain penting Nerazzurri sekaligus penyebab masalah di dalam tim.

“Marotta berhasil mengatasi situasi Icardi karena dia tahu apa yang sedang ia lakukan, Paratici tidak,” tandasnya.

Icardi sendiri, baru-baru ini, memutuskan bergabung dengan PSG sebagai pemain pinjaman. Dalam klausulnya, terdapat opsi pembelian yang bisa diaktifkan Les Parisiens pada akhir musim dengan mahar sebesar 70 juta euro.