Lionel Messi Ulang Tahun ke-33, Begini Perjalanan Separuh Hidupnya untuk Sepak Bola

http://clone-success.com/wp-content/uploads/2020/06/lionel-messi_06685c1.jpg

BERITA BOLA ONLINE – Setelah merangkum perjalanan karier Cristiano Ronaldo beberapa waktu lalu, rasanya tidak adil jika tidak mengenang perjalanan karier sang rival, Lionel Messi. Keduanya terus bersaing di level top selama belasan tahun terakhir.

Messi terlahir dengan bakat bermain sepak bola yang luar biasa. Dia membuat segalanya tampak mudah, bahkan sekarang di usia 32 tahun dia terus meraih gelar juara dan gelar individu.

Berbeda dengan Ronaldo, Messi benar-benar setia di Barcelona. Dia memulai debutnya pada musim 2004/05 silam, kemudian menjelma jadi megabintang dan kapten Blaugrana sampai saat ini.

Perjalanan karier Messi akan selalu jadi kisah menarik, tentang bagaimana bocah ajaib dari Argentina meneken kontrak di serbet putih, kemudian ditempa jadi pemain top di La Masia.

BACA JUGA : Juventus Akui Nego Transfer Arthur Melo Masih Alot

Hari ini, 24 Juni 2020, Messi berulang tahun yang ke-33. Hampir separuh hidupnya dihabiskan untuk sepak bola, sekitar 16 tahun di level profesional.

Untuk itu, Bola.net merangkum perjalanan karier Messi secara rinci, dari tahun ke tahun, juga melihat gelar yang dia dapatkan per tahun. Tertarik mengikuti?

 

2004/05: Barcelona – 9 penampilan, 1 gol

Messi muda pertama kali merasakan level senior. Saat itu dia menerima tongkat estafet dari Ronaldinho untuk jadi bintang besar Barca berikutnya. Messi masih belum banyak bermain. 16 kali masuk skuad, 7 kali mendapatkan kesempatan turun dari bangku cadangan.

2005/06: Barcelona – 25 penampilan, 8 gol

Gelar: Liga Champions, La Liga, Supercopa de Espana

Musim ini Messi mulai lebih sering mendapatkan kesempatan. Dia membantu Barca menjuarai La Liga, meski kontribusinya tidak banyak. Messi hanya 17 kali bermain di La Liga dan mencetak 6 gol. Dia hanya 6 kali tampil di Liga Champions dan menyumbang satu gol.

3 dari 16

2006/07: Barcelona – 36 penampilan, 17 gol

Barcelona menjalani musim buruk, tapi Messi bermain cukup baik. Dia tampiol 26 kali di La Liga dan mecetak 14 gol. Sayangnya kontribusi Messi di kompetisi lainnya tidak terlalu banyak.

2007/08: Barcelona – 40 penampilan, 16 gol

Messi musim ini telah jadi langganan starter, tapi Barcelona jelas memasuki masa-masa kelam di akhir kepemimpinan Frank Rijkaard. Messi pun terdampak, meski sudah menyumbang 16 gol. Musim itu mungkin musim terburuk Messi di level kolektif, Barca nihil gelar.

2008/09: Barcelona – 51 penampilan, 38 gol

Musim ini adalah musim terbaik Messi, juga musim ajaib Barcelona di tahun pertama Pep Guardiola. Mereka meraih treble winners dengan gaya bermain khas yang disebut tiki-taka.

Messi meraih Ballon d’Or pertamanya pada Desember 2009.

2009/10: Barcelona – 53 penampilan, 47 gol

Messi dan Barcelona masih menjalani musim terbaiknya, meski gagal di Liga Champions. Musim Sampai musim ini Messi lebih sering bermain di sayap kanan, 47 gol membuktikan ketajamannya.

2010/11: Barcelona – 55 penampilan, 53 gol

Musim ini Messi posisi bermain Messi di lapangan mulai berubah. Dia masih jadi andalan di sayap kanan, tapi mulai memainkan peran false nine. 53 gol dalam semusim merupakan salah satu torehan terbaik Messi. Trofi Liga Champions dan La Liga diraih Barca, sayangnya gagal di Copa del Rey.

2011/12: Barcelona – 60 penampilan, 73 gol

Ini adalah musim paling ‘gila’ bagi Messi. Dia membungkus 73 gol dalam semusim hanya untuk Barcelona. 50 gol di antaranya tercipta di La Liga, yang otomatis membuat Messi jadi pencetak gol terbanyak musim itu. Sayangnya, Barca gagal menjuarai La Liga.

2012/13: Barcelona – 50 penampilan, 60 gol

Musim yang terbilang buruk bagi Barca, meski mereka berhasil menjuarai La Liga. Messi hanya bisa membantu Barca meraih satu trofi, yang pada akhirnya berujung dengan kepergian Tito Vilanova.

2013/14: Barcelona – 46 penampilan, 41 gol

Musim buruk Barcelona berikutnya di bawah Gerardo Martino. Biar begitu, Messi tetap memberikan yang terbaik dengan 28 gol dari 31 penampilan di La Liga. Barca gagal juara, Messi juga menelan kegagalan pahit di Piala Dunia 2014, yakni saat Argentina ditaklukkan Jerman di partai final.

2014/15: Barcelona – 57 penampilan, 58 gol

Setelah kekecewaan semusim sebelumnya, Messi sepertinya balas dendam di musim 2014/15 ini. Dia menuntun Barca meraih treble kedua mereka, kali ini di bawah Luis Enrique. Kala itu skuad Barca nyaris tidak terkalahkan dengan trio penyerang mematikan, termasuk Messi.

Sayangnya, musim 2014/15 juga musim terakhir Messi menjuarai Liga Champions, trofi yang dia rindukan sampai saat ini.

2015/16: Barcelona – 49 penampilan, 41 gol

Setelah melewati musim yang luar biasa, torehan Messi dan Barca merosot di musim berikutnya. Mereka hanya bisa meraih tiga gelar, tapi tetap saja Messi tampil impresif dengan 41 gol dalam 49 penampilan untuk Barca.

2016/17: Barcelona – 52 penampilan, 54 gol

Musim ini Barca harus mengakui kekuatan Barcelona di Liga Champions dan La Liga, beruntung mereka bisa mengamankan trofi Copa del Rey. Seperti biasa, Messi tetap impresif dengan 54 gol semusim, 37 gol di antaranya tercipta di La Liga.

2017/18: Barcelona – 54 penampilan, 45 gol

Messi mulai merindukan Liga Champions, tapi dia harus menahan kecewa melihat Real Madrid berjaya lagi. Nahasnya, Barca disingkirkan AS Roma dari perempat final Liga Champions dengan cara menyakitkan.

Untungnya gol-gol Messi masih bisa membantu Barca menjuarai La Liga dan Copa del Rey.

2018/19: Barcelona – 50 penampilan, 51 gol

Gelar: Ballon d’Or, La Liga, Supercopa de Espana, Top Scorer Liga Champions, Top Scorer La Liga, Player of the Year Barcelona

Setelah terlepas dari genggamannya selama beberapa tahun, Messi akhirnya kembali memeluk Ballon d’Or di ujung tahun 2019. Dia dianggap sebagai pemain terbaik di dunia meski Barca gagal di Liga Champions.

2019/20: Barcelona – 31 penampilan, 24 gol

Messi memulai musim ini dengan ambisi besar: ingin membawa Barca jadi juara Liga champions. Kekalahan dari AS Roma dan Liverpool pada dua musim terakhir benar-benar menyakitkan, Barca harus memulihkan harga diri mereka.

Sejauh ini Messi sudah tampil apik dengan 24 gol sebelum sepak bola dihentikan sementara akibat pandemi virus corona. Andai musim dilanjutkan, bisakah Messi mewujudkan mimpinya?